5 Cara Mengobati Gejala Pada Rematik


Rssehat - Rematik merupakan penyakit yang menimbulkan rasa sakit akibat otot atau persendian mengalami radang dan pembengkakan. Seiring waktu, peradangan ini bisa menghancurkan jaringan persendian dan bentuk tulang. Rematik adalah kondisi yang mengganggu dan dapat membatasi aktivitas keseharian, seperti sulit untuk berjalan dan menggunakan tangan. Lalu, bagaimana cara mengobati rematik? Yuk langsung saja simak berikut dibawah ini.


1. Steroid

Steroid merupakan obat sintetis yang menyerupai sebuah hormon yang dihasilkan tubuh secara alami, yaitu kortisol. Obat ini bisa berbentuk tablet, salep, atau cairan suntik yang bisa disuntikkan langsung ke otot atau persendian yang sakit.

Steroid digunakan untuk meredakan nyeri jangka pendek karena jika digunakan secara jangka panjang bisa menimbulkan efek samping yang serius. Efek samping tersebut bisa berupa mudah memar, kulit menjadi lebih tipis, osteoporosis, lemah otot, dan bertambahnya berat badan. Obat ini perlu dikonsumsi di bawah pengawasan dokter.


2. Perawatan Terapi Biologis

Perawatan biologis merupakan bentuk perawatan rematik yang paling baru dan berguna untuk menghentikan sistem kekebalan tubuh menyerang persendian. Perawatan biologis ini dilakukan dengan cara menyuntikkan protein yang berasal dari genetika manusia. Bagian dari sistem kekebalan tubuh yang memicu peradangan dan menyebabkan kerusakan jaringan serta persendian dijadikan target oleh obat-obatan biologis.

Perawatan biologis telah terbukti mampu memperlambat perkembangan rheumatoid arthritis. Obat biologis biasanya dikombinasikan dengan obat anti-rematik modifikasi-penyakit (disease-modifying antirheumatic drugs/DMARDs) jika penggunaan obat biologis saja tidak efektif. Contoh obat-obat biologis adalah abatacept, etanercept, infliximab, rituximab, dan anakinra.


3. Obat Anti Rematik Modifikasi Penyakit (DMARDs)

DMARDs (disease-modifying anti-rheumatic drugs) merupakan perawatan tahap awal yang diberikan untuk menghambat dan meredakan gejala rematik, serta mencegah kerusakan permanen pada persendian dan jaringan lainnya. Kerusakan pada ligamen, tulang, dan tendon akibat efek sistem kekebalan tubuh saat menyerang persendian dapat dihambat oleh DMARDs. Beberapa DMARDs yang bisa digunakan adalah hydroxychloroquine, methotrexate, sulfasalazine, dan leflunomide.


4. Terapi

Penderita rematik dapat melakukan terapi untuk membuat persendian lebih fleksibel, serta membantu meningkatkan kekuatan otot dan kebugaran tubuh. Beberapa terapi yang bisa dilakukan adalah terapi okupasi, podiatri, dan fisioterapi.


5. Operasi

Cara mengobati rematik yang paling terakhir adalah dengan prosedur operasi. Penderita rematik mungkin harus menjalani operasi jika pengobatan yang telah dilakukan masih belum berhasil untuk mencegah atau memperlambat kerusakan pada persendian. Operasi dilakukan untuk memperbaiki kelainan bentuk, kerusakan persendian, membantu mengembalikan kemampuan untuk menggunakan persendian, dan meredakan rasa sakit.


Baca Juga : 7 Manfaat Kelapa Yang Harus Kamu Ketahui

Penderita rheumatoid arthritis juga disarankan untuk menjalani diet yang sehat serta berolahraga secara teratur untuk memperkuat otot yang mendukung persendian, membantu pergerakan sendi, dan meredakan stres. Bagi orang yang mengalami kelebihan berat badan, olahraga juga bisa membantu menurunkan berat badan dan meringankan tekanan pada tulang dan sendi. Hal sederhana ini bisa menjadi cara mengobati rematik.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Cara Mengobati Gejala Pada Rematik"

Posting Komentar