Terbukti Masker Sperma Bisa Menghilangkan Jerawat Dan Menunda Penuaan


Rssehat - Menggunakan sperma pasangan sebagai masker penuh dengan senyawa yang disebut spermine, merupakan antioksidan yang membantu mengurangi keriput, menghaluskan kulit, mencegah jerawat atau flek dan memberi kulit lebih tampak sehat. Banyak mitos yang mengatakan bahwa penggunaan sperma sebagai masker wajah dapat mendatangkan banyak manfaat bagi kulit. Kandungan spermidine pada sperma dipercaya dapat menjadikan wajah tampak awet muda, halus, terhindar dari kerutan, serta dapat mengobati jerawat. Namun apakah semua itu benar ?

Setelah diteliti, sperma ternyata memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kulit. Sperma mengandung protein, zink, magnesium, kalsium, potasium, dan fruktosa yang mampu menyehatkan dan melembabkan kulit. Setiap 100 mililiter sperma mengandung 0,5 gram protein yang berasal dari 200 jenis yang berbeda.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ‘Nature Cell Biology’ pada tahun 2009 pernah melakukan eksperimen menyuntikkan spermidine langsung ke dalam sel kulit manusia. Hasilnya, spermine terlihat berpotensi untuk memperlambat proses penuaan pada kulit.

Selain itu, kandungan protein dalam sperma juga dipercaya dapat membuat kulit tampak cerah, bercahaya, kenyal dan kencang. Zink yang tergantung di dalamnya juga disebut sebagai obat yang dapat mengatasi jerawat. Tidak hanya itu, zink diyakini pula dapat memicu produksi kolagen untuk perbaikan sel kulit yang menua.

Meski begitu, efek samping penggunaan air mani sebagai masker wajah hingga kini masih belum bisa dipastikan. Banyak kemungkinan bahwa tren kecantikan dengan cara ini dapat memberikan risiko negatif.

Mengoleskan air mani pria langsung ke kulit dapat menyebabkan alergi yang disebut hipersensitivitas protein plasma. Alergi dalam tahapan ringan biasanya akan menimbulkan gejala seperti kulit kemerahan, kering, bengkak, dan gatal-gatal. Namun jika sudah parah, alergi dapat memicu syok anafilaktik yang dapat menyebabkan kematian.

Selain itu, sumber donor sperma yang tidak jelas dan tidak diperiksa lebih lanjut biasanya juga akan berpotensi menularkan berbagai penyakit berbahaya seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV/AIDS, sifilis, gonore, herpes, dan lain sebagainya.


Air mani yang bercampur dengan penyakit tersebut bisa saja masuk ke dalam tubuh ketika bercampur dengan lendir di bibir, hidung, atau mata. Jika sudah masuk ke mata, maka risikonya akan memunculkan kemungkinan terjangkit herpes okular dan konjungtivitis klamidia.

Cairan sperma yang terlalu kental biasanya juga akan memiliki kadar kandungan urea, fruktosa, dan spermin yang terlalu tinggi sehingga dapat menimbulkan iritasi pada kulit wajah.

Penggunaan sperma sebagai masker wajah masih menimbulkan kontroversi. Meski begitu, sebuah perusahaan kosmetik di Norwegia telah memproduksi sebuah produk kecantikan, krim wajah, dengan bahan dasar air mani. Krim ini bahkan dijual dengan harga fantastis yaitu 250 dollar atau setara dengan Rp3.375.000.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terbukti Masker Sperma Bisa Menghilangkan Jerawat Dan Menunda Penuaan"

Posting Komentar